Senin, 21 Januari 2008

Ilmuwan AS Kembangkan Kloning Manusia

NEW YORK - Ilmuwan dari California Amerika Serikat (AS), menyatakan bahwa mereka telah memproduksi dua embrio yang merupakan kloning dari 2 pria. Mereka mengklaim bahwa ini merupakan langkah maju pengembangan manfaat sel induk secara ilmiah.

Dari laporan sebuah dokumen dinyatakan bahwa embrio tersebut dibuat dari sel-sel kulit. Namun ini bukan merupakan pertama kali kloning embrio pernah dilakukan. Pada 2005, misalnya ilmuwan di Inggris dilaporkan menggunakan sel induk embrio untuk memproduksi sebuah embrio kloning. Namun para ilmuwan menanggapi dingin terhadap aksi kloning embrio menggunakan sel induk ini.

"Kami kesulitan menemukan substansi apa yang baru dari hal ini. Keahlian yang menakjubkan adalah apabila bagaimana menciptakan membuat garis sel induk embrio dan embrio hasil kloning. Ini yang belum bisa terpecahkan," kata Doug Melon dari Harvard Stem Cell Institut.

Dr George Daley dari Institut Harvard dan Rumah Sakit Anak Boston menyebutkan bahwa laporan tentang kloning embrio tersebut memang terdengar menarik. Namun kejutan sesungguhnya adalah apabila seseorang berhasil menciptakan garis sel induk dari embrio manusia hasil kloning. "Ini hanya masalah waktu sebelum sekelompok peneliti berhasil menemukannya," katanya.

Ilmuwan Korea Hwang Wol-suk mengklaim bahwa beberapa tahun yang dia telah menciptakan semacam garis sel namun ternyata tidak berhasil dibuktikan.

sumber : okezone

Humor Techno



Berangkat Ba'da Maghrib

Suatu saat, seorang ahli pesawat ulang alik berbicara di depan para kiai tentang temuannya. Bahwa Indonesia kini sudah bisa membuat pesawat ulang alik untuk terbang ke bulan. Karena dilihat para kiai cuek, sang ahli tentu saja bingung plus curiga.

Tiba-tiba seorang kiai nyeletuk, "Kalau cuma ke bulan percuma. Amerika juga sudah bisa. Makanya, kita bikin pesawat yang bisa mendarat di Matahari!"

Di tengah kebingungan, sang ahli mencoba menerangkan, "Pak kiai, kalau ke matahari itu panas sekali. Pesawat saja bisa meleleh sebelum nyampe ke sana," tegasnya.

Tak mau kalah argumen, pak kiai menjawab, "Kalau takut panas, berangkat pesawatnya ya habis magrib saja!"

sumber : okezone

Selasa, 15 Januari 2008

Badai Matahari 2011 Potensial Rusakkan Sinyal Telekomunikasi

COLORADO - Aktivitas cahaya matahari, yang berpotensi badai, disinyalir dapat mengakibatkan hilangnya sinyal pada ponsel, perangkat penunjuk arah (GPS) atau perangkat elektronik lainnya.

Badai matahari atau solar storm dapat menimbulkan ledakan energi yang cukup dahsyat ke arah bumi. Ledakan inilah yang kemudian akan mengganggu jalannya sistem sinyal elektronik yang sensitif, khususnya ponsel dan GPS. Para ahli menyatakan bahwa aktivitas semburan badai matahari (solar storm) ini terus meningkat setiap periodenya dan puncaknya akan terjadi pada tahun 2011 atau 2012.

Solar storm adalah fenomena alam yang terjadi pada matahari ketika terlemparnya proton dan elektron akibat aktifitas magnetik matahari yang biasanya terjadi 11 tahun sekali. Akibat aktifitas magnetik tersebut, gelombang magnetik yang mengarah ke bumi menghalangi sinyal-sinyal komunikasi. Oleh karena itu seluruh alat komunikasi yang menggunakan sinyal elektromagnetik tidak bisa berfungsi dengan baik.

Bahkan Fenomena ini juga sangat berpengaruh pada pembangkit listrik jika terus dinyalakan pada saat badai berlangsung karena medan magnet bumi yang tidak stabil. Jika pembangkit listrik tersebut rusak maka dibutuhkan waktu sekira 2 tahun untuk membangunnya kembali. Hal ini memaksa masyarakat untuk kembali hidup tanpa listrik hingga pembangkit listrik baru selesai dibangun. Menurut wikipedia, hal ini pernah terjadi di Quebec pada 13 maret 1989 dimana 6 juta orang hidup tanpa listrik selama 9 jam. Padahal puncak ledakan solar storm jika mengenai bumi bisa mencapai lebih dari 2 hari.

"Solar storm ini akan mempengaruhi beberapa menara di beberapa wilayah. Dan menara telekomunikasi merupakan sasaran empuk dari aktivitas solar storm ini," ujar Dale Gary, ilmuwan yang juga petinggi di Institut New Jersey bagian Fisika, seperti dikutip melalui ABC News, Senin (14/1/2007).

Menurut penelitiannya, solar storm berpotensi mengganggu 7 persen sambungan telekomunikasi. Bahkan solar storm dengan energi yang lebih kuat dapat menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Apalagi terhadap perangkat GPS. Kabarnya solar storm juga berpotensi merusak sinyal satelit yang biasa digunakan untuk membantu pencarian lokasi karena GPS receiver tidak akan mampu mencari sinyal satelit yang terhalang oleh radiasi solar storm. Efek solar storm ini dikabarkan akan berlangsung hingga berhari-hari.

sumber : okezone

Waspadai Virus yang Tersembunyi dalam Windows

PARA ahli keamanan memperingatkan tentang keberadaan virus yang tersembunyi dalam OS Windows yang mampu mencuri data lengkap berupa identitas nasabah bank online.

Pada Desember 2007, virus jahat ini telah mengorbankan kurang lebih 5.000 nasabah yang sebagian besar berdomisili di Eropa.

Pelaku menjebak para korban via booby-trapped website yang memanfaatkan kelemahan program pengakses internet Microsoft untuk menempatkan kodenya.

Para ahli mengatakan bahwa virus ini berbahaya karena virus ini tersembunyi sehingga sulit terdeteksi.

Virus berbahaya ini mempunyai kelebihan menimpa salah satu bagian HD komputer, Master Boot Record (MBR). "Ketika Anda berhasil mengambil alih kontrol MBR, maka OS komputer tersebut sepenuhnya di bawah kontrol Anda," seperti dikutip dari tulisan Elia Florio pada blog perusahaan sekuriti, Symantec, Senin (14/1/2008).

Florio menekankan bahwa virus-virus tersebut mengambil alih kontrol sebelum Windows menguasai MBR.

Sekali virus itu terinstall, maka dia akan mendownload program sejenis keylogger, yang kemudian digunakan untuk mencuri informasi rahasia.

Hasil pengamatan iDefense, salah satu perusahaan sekuriti, bahwa dalam jangka waktu antara 12 Desember dan 7 Januari lebih dari 5,000 mesin sudah terinfeksi oleh virus ini.

GMER, perusahaan sekuriti independen, telah menemukan program yang mampu mencari dan menghapus virus tersembunyi tersebut.

Sumber : okezone

Senin, 07 Januari 2008

Intel Keluar dari One Laptop Per Child

Intel Corp menyatakan akan berhenti dari proyek One Laptop Per Child (OLPC) dan keluar dari lembaga yang memayungi lembaga nonprofit itu setelah adanya keharusan sebagai partner ekslusif.

One Laptop Per Child adalah proyek nonprofit yang dikembangkan oleh ilmuwan di MIT yakni Profesor Nicholas Negroponte. Proyek ini akan menjual laptop seharga USD100 kepada anak-anak kurang mampu di seluruh dunia.

Akan tetapi pada saat dijual pada Oktober 2007 silam, harga laptop ini masih seharga USD200 meskipun sudah adanya donor yang menyumbangkan anggarannya pada saat launching.

Sayangnya orang OLPC yang berkompeten menjawab masalah di belum ada satu pun yang memberikan komentarnya.

Mulloy menyatakan bahwa intel mengambil sikap itu setelah hampir enam bulan melakukan diskusi. Intel pada tahun lalu meluncurkan Classmate, sebuah laptop yang memang disasar untuk pasar negara-negara berkembang. Dan tampaknya hal itu akan terus dikembangkan tahun ini.

sumber : okezone

Bangun Observatorium di Chili

Microsoft founder, Bill Gates, dikabarkan telah mendonasikan dana sebesar USD10 juta untuk membantu Chili membangun teleskop bertenaga tinggi.

Total dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan proyek ini konon mencapai USD400 juta. Seorang mantan pejabat di Microsoft, Charles Simonyi, juga telah menyumbangkan dana sebesar USD20 juta.

Dilansir AFP, Senin (7/1/2008), proyek dengan nama Large Sypnotic Survey Teleskop ini diharapkan dapat segera beroperasi pada tahun 2015. Teleskop ini nantinya akan sangat berguna bagi kalangan universitas, laboratorium, dan beberapa perusahaan swasta.

Observatorium yang terletak di pegunungan sebelah barat Chili ini akan dilengkapi dengan lensa digital bertenaga tinggi dan dibangun dalam ketinggian altitude 2.500 meter di atas laut. Perangkat ini akan mampu menangkap gambar detail tentang asteroid, bagian-bagian langit atau memetakan galaksi bima sakti.

sumber : okezone

Minggu, 06 Januari 2008

Mahasiswa ITS Ciptakan Pengendali Pointer Lewat Gerakan Mata

Christian Perdana Adistana, mahasiswa jurusan Teknik Elektro, yang berhasil meraih juara I lomba Indonesia ICT Award (INAICTA) 2007 yang digelar Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan jadi runner up (merit) Asia-Pasific ICT Award (APICTA) 2007.

INAICTA 2007 merupakan sebuah kompetisi nasional yang kali pertama digelar di tanah air. Dalam lomba inilah Christian Perdana Adistana atau yang sering disapa Chrisper berhasil mempersembahkan piala kemenangannya dan kemudian membawanya ke ajang yang lebih bergengsi yaitu APICTA 2007 yang diselenggarakan di Singapura, akhir November lalu. Juara pertama di ajang Asia-Pasifik ini diraih oleh peserta dari Sri Lanka. Dari Indonesia, peserta yang berhasil meraih juara hanya Chrisper.

Awalnya, pria kelahiran Surabaya 29 November 1985 ini membawa karyanya yang berjudul Human Computer Interface Using Eye Movement untuk mengikuti seleksi proposal. Dari 150 proposal pada katagori Education dengan subkatagori Proyek Mahasiswa dan Siswa Pendidikan Non-Formal, Chrisper lolos ke sepuluh besar. Sehingga berhak mempresentasikan karyanya di hadapan para dewan juri. Dari hasi penilaian juri, Chrisper dinyatakan lolos ke babak tiga besar. Hingga akhirnya, cowok penyuka olahraga basket ini dinobatkan sebagai juara pertama INACTA 2007 dan bersama dua finalis lainnya berhak bertarung lagi di ajang APICTA 2007.

Karya Chrisper berupa alat pengendali mouse komputer yang biasanya digerakkan dengan tangan tapi digantikan dengan sensor gerakan mata. Chrisper menjelaskan, alat ciptaannya itu memanfaatkan sinyal yang dipancarkan oleh mata yang kemudian diolah sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan pointer (panah penunjuk) pada komputer.

Alat ini ditujukan untuk semua orang tapi aplikasi penggunaanya paling tepat ditujukan pada orang-orang yang mengalami cacat fisik, terutama pada bagian tangan.
Untuk penggunaannya, alat yang dilengkapi dengan alat sensor ini ditempelkan pada tujuh titik di sekitar mata. Yakni di dua sensor di samping mata, dua sensor di atas mata, dua sensor di bawah mata dan satu sensor tepat di tengah antara mata kanan dan kiri. Komponen yang dibutuhkan untuk membantu kerja alat ini antara lain alat sensor untuk ECG (Electro Cardio Graphic), amplifier, filter untuk menyaring frekuensi sinyal, dan alat untuk akuisisi data.

Mesin Pencari Google Makin Memesona

Bagaimana perilaku netter di Amerika? Ternyata berdasarkan studi terbaru menyebutkan mereka semakin terpesona dengan mesin pencari Google untuk mendapatkan berbagai informasi baik untuk mencari teman, pekerjaan, ataupun kesenangan lainnya.


Dalam laporan yang disampaikan oleh Pew Internet dan American Lifes Project menyebutkan 47 persen penggunaan internet mencari berbagai informasi melalui Google atau mesin pencari lainnya.

Peneliti senior Pew Mary Madden seperti dikutip dari Associated Press (AP), Selasa (18/12/2007), mengaku sangat heran dengan perubahan perilaku pengguna internet ini. Sebab, saat pertamakali dilakukan survei pada 2002 baru tercatat 22 persen pengguna internet yang akrab dengan mesin pencari semacam Google.

Sekira 60 persen pengguna internet yang dilakukan survei mengaku tidak khawatir adanya kejahatan informasi saat mereka berselancar, disamping adanya harapan agar data yang diperoleh dapat dipergunakan.

Pengguna internet yang berusia di bawah 50 tahun dengan pendidikan yang cukup baik dan pendapatan yang tinggi cenderung menggunakan Google untuk mencari berbaga informasi. Hal itu sangat memungkinkan seiring dengan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan adanya komputer pribadi.

Selain itu, survei juga menemukan bahwa 53 persen pengguna internet ternyata juga mencari berbagai informasi tentang orang lain, semisal berita-berita gosip para selebriti.

Survei yang melibatkan 1.623 pengguna internet ini juga menyajikan sejumlah data mengenai situs yang keras dikunjungi untuk mendapatkan informasi hangout yaitu Facebook dan MySpace.
Survei ini dilakukan mulai 30 November hingga Desember. Sampling errornya mencapai 3 persen.

Di Rusia, Robot Jadi Petugas KA

perusahaan kereta api Rusia menginginkan robot untuk menggantikan posisi mereka dalam mengerjakan pekerjaan berat di jalur kereta api. Mereka mengungkapkan bahwa pihaknya telah membeli delapan unit robot Rusia untuk diuji coba. Tujuh unit di antaranya memiliki ukuran tinggi 35 sentimeter sedangkan satu unit memiliki tinggi 1,4 meter dan berat 70 kilogram.

Robot-robot tersebut dapat mendeteksi bagian-bagian rel kereta yang cukup sulit diakses oleh manusia. Selain mampu memperbaiki kerusakan rel kereta, salah satu robot juga memiliki kemampuan berdansa dan berbicara beberapa kata.

Robot Toyota Bisa Mainkan Biola dengan Cantik

Layaknya seorang pemain musik profesional, sebuah robot pun mampu memainkan alat musik biola dengan begitu baiknya. Robot baru bikinan Toyota mampu menghenyakan siapapun yang melihat, karena berhasil memainakn alat musik itu dengan baik.

Robot dengan tinggi 5 kaki itu dipertontonkan di hadapan umum pada Kamis 6 Desember kemarin. Robot itu mampu menggunakan alat penggesek senar di biola dengan benar dan dapat mengkoordinasikan dengan instrumen lainnya dengan sangat baik.

Toyota Motor Corp seperti dilansir Associated Press (AP), Jumat (7/12/2007), juga sedang mempersiapkan untuk membuat robot yang juga mampu dengan cekatan memainkan jari-jarinya untuk memaikan terompet.

Presiden Toyot Katsuaki Watanabe menyatakan robot akan menjadi bisnis inti dari perusahaan pada tahun-tahun mendatang. Toyota juga akan mekakukan test robot yang dapat dioperasikan untuk rumah sakit, fasilitas di pabrik Toyota, dan di tempat-tempat lainnya pada tahun depan. Diharapkan pada 2010 mendatang robot-robot itu sudah bisa dimanfaatkan.

Watanabe dan pejabat Toyota lainnya mengakui pengembangan teknologi robot dikembangkan karena dapat dimanfaatkan di pabrik-pabrik kendaraan Toyota, apalagi pengembangan tekonologi robot juga sejalan dengan pengembangan teknologi kendaraan bermotor yang membutuhkan inovasi dan teknologi tinggi, termasuk dalam hal pemanfaatan sensor dan sistem keamanan yang tinggi untuk menghindari kecelakaan.